Tips Produktif di Bulan Ramadhan

Produktif di Bulan Ramdahan

Memasuki bulan suci Romadhan tentu banyak diantara kita yang bertanya bagaimana sih tips agar bisa tetap produktif dan bisa terus berkarya walaupun kita di rumah aja? Pada tulisan kali ini kami sudah merangkum kiranya apa saja tips yang bisa kita lakukan agar tetap produktif di bulan sucin Romadhan meski kita di rumah aja.

Pertama, Evaluasi Ramadhan di Tahun Lalu

Evaluasi Romadhan di tahun lalu kenali alasan kenapa di tahun lalu Ramadhan kita berantakan? Berdasarkan pengalaman pribadi dan teman-teman yang sudah mencoba membuat target-target tertentu untuk membuat Ramadhan menjadi lebih baik ternyata dalam prosesnya ada saja kendala, ada saja hambatan, dan kadang menjadi distraksi yang hadir sehingga ada baiknya kita mengevaluasi dari Ramadhan tahun lalu kiranya apa saja yang membuat Ramadhan kita menjadi berantakan,  contoh yang paling sering adalah pertama banyaknya acara buka puasa Bersama yang datang dari teman-teman SMP teman kuliah, teman SD, teman TK dan teman-teman yang lainnya sehingga membuat waktu kita habis dan tidak fokus mengerjakan target-target kita sendiri di bulan Ramadhan.

Pada situasi saat ini di tengah pandemi Corona kita semua melewati bulan Ramadhan dengan sebagian besar dari kita di rumah aja, sebenarnya hal itu membuat kita bisa menjadi jauh lebih fokus dalam menjalankan dan mengejar target target kita.

Kedua,  banyaknya distraksi yang mengganggu mulai dari tontonan, scrolling media social, latar belakang pekerjaan kita, tuntutan-tuntutan, dan target-target yang sifatnya profesional dan lain-lain untuk mengatasi distraksi pikiran ini teman-teman bisa menggunakan cara 4 kuadran bisa membagi aktivitas teman-teman menjadi empat (Penting dan Mendesak, Penting namun tidak mendesak, Mendesak namun tidak penting, tidak penting dan tidak mendesak) latihlah untuk mengukur mana yang sekiranya paling penting dan mendesak dan momentumnya adalah sekarang untuk dikerjakan dan dilaksanakan

Setting Goal dan Target

yang kedua setting goal dan target kita masing-masing hasil evaluasi Ramadhan di tahun lalu, karena sebetulnya ketika target atau goal itu tidak tercapai ada dua kemungkinan yang terjadi, pertama dikarenakan target kita terlalu tinggi atau yang kedua effort kita yang terlalu rendah dan rumus ini sebetulnya berlaku untuk jangka panjang dan sesuatu yang lebih besar lagi karena suksesnya seseorang di bulan Ramadhan pada akhirnya tidak diukur dari aktivitas dan ibadahnya pada malam pertama, hari kedua, hari ketiga, dan seterusnya.

Sukses atau tidaknya seseorang di bulan Ramadhan justru terlihat dari bagaimana dia dan kebiasaan yang terbentuk sesudah bulan Ramadhan itu, apakah karakter-karakter pemenang seperti disiplin berintegritas amanah on time berempati dan segala karakter pemenang lainnya yang sudah di tempa di bulan Ramadhan bisa ikut di bawa dalam setiap langkah dan nafas sesudah bulan Ramadan itu selesai.

Bagaimana menyeting target atau goal kita sendiri? Hal pertama jawab pertanyaan 5W dan 1H. Anda tentu sudah tahu apa saja 5W dan 1H itu terdiri?  dari what, why, who, when, where dan how. Dan  hal apa sebetulnya target besar dalam hidup kita apa yang ingin kita capai Kenapa kita menginginkannya temukan grand design WHY-nya sehingga kita punya motivasi yang terus bisa menjadi bahan bakar bagi kita dalam mengejar target kita.

Tanya kapan dan dimana kita ini merealisasikannya. Tentukan batas waktunya dan bersama siapa kita ingin memperjuangkan nya kemudian kita mulai sampai pada pertanyaan yang sangat baik. Bagaimana kita bisa mencapai target-target itu, kita bisa membuat list 7 tahunan, bulanan, mingguan, bahkan harian karena pada akhirnya dengan kita mensetting goal jangka panjang ini kita mempersiapkan diri kita untuk bisa melihat hasil yang sustain dari proses penampakan di bulan Ramadhan ini pada diri kita sendiri.

Setelah kita mensetting goal kemudian mulai Kenali diri kita, siapa kita, apa kelebihan dan kekurangan kita, cara paling gampang untuk mengenali diri kita sendiri adalah dengan menjawab SWOT (Strenghth,  Weakness, Opportunity dan Threat) analisa ini membantu kita untuk bisa memfokuskan atau memprioritaskan karakteristik apa yang ingin kita bentuk selama bulan Ramadan.

Eksekusi Rencana Yang Sudah Dibuat

yang ketiga eksekusi semua rencana yang sudah teman-teman buat, dan Jangan mau sendirian cari partnernya. Mungkin banyak diantara kita yang mensetting goal atau membuat target yang besar yang bagi sebagian orang atau mungkin bahkan bagi diri kita sendiri terlihat sulit dan tidak realistis. Namun ketika dikerjakan bersama-sama ada kawannya, ada komunitasnya, ada kontrol sosial nya, ada orang yang selalu mengingatkan kita, maka besar tadi bisa terlihat kecil yang sulit bisa terlihat muda dan pada akhirnya dari sebuah karya teman-teman bukanlah idenya namun yang mahal dari sebuah karya adalah eksekusinya, setiap orang bisa punya ide, setiap orang bisa berwacana, tapi Hanya mereka yang mau mengambil resiko yang akan mengeksekusi dan keluar sebagai pemenang.

Di awal akan banyak orang yang optimis namun Hanya mereka yang konsisten yang akan sampai ke garis finish, target-target besar tadi juga harus didukung oleh kebiasaan-kebiasaan besar yang baik dan positif seperti rutin tidur tepat waktu, tidak begadang, menjaga asupan gizi ketika sahur, dan berbuka,  mengerjakan hal-hal penting sesudah sahur, dan tidak tidur di pagi hari. Karena penelitian menunjukkan bahwa tidur di pagi hari akan membuat kita menjadi gampang lupa, jika dibutuhkan kita bisa take a nap tidur siang dari jam 11 sampai jam 12, mendetailkan semua aktivitas dan target yang akan kita kerjakan selama bulan Ramadan dan jangan lupa minum air putih minimal 8 gelas dalam sehari kalau teman-teman sudah selesai mengerjakan semua tadi teman-teman bisa mempelajari hal baru seperti mengikuti kelas-kelas online untuk menemani hari-hari teman-teman meski di rumah aja

Itu dia tadi tips produktif selama bulan Ramadhan meski kita di rumah aja. Semoga kita semua menjadi pribadi yang lebih baik lagi jadi pribadi apa memiliki karakteristik seorang pemenang karena pada akhirnya pemenang itu diciptakan dan menjadi pemenang Itu adalah sebuah keputusan semangat

Menulis adalah cara saya berbicara dengan waktu—membiarkan gagasan tetap hidup, bahkan ketika raga telah tiada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
7 Kebiasaan yang Perlahan Mematikan Potensi Kamu

7 Kebiasaan yang Perlahan Mematikan Potensi Kamu

Krisis Kepercayaan di Dunia Pendidikan: Sebuah Refleksi untuk Sekolah yang Lebih Baik

Krisis Kepercayaan di Dunia Pendidikan: Sebuah Refleksi untuk Sekolah yang Lebih Baik

Mengatasi Overthinking: Menemukan Keseimbangan dan Kebahagiaan

Mengatasi Overthinking: Menemukan Keseimbangan dan Kebahagiaan

Meningkatkan Minat Baca : Pesan dari Prof. Dr. KH Hamid Fahmy Zarkasyi, Rektor UNIDA Gontor

Meningkatkan Minat Baca : Pesan dari Prof. Dr. KH Hamid Fahmy Zarkasyi, Rektor UNIDA Gontor

Melangkah Menuju Kesuksesan: 15 Keterampilan yang Perlu Dimiliki oleh Mahasiswa

Melangkah Menuju Kesuksesan: 15 Keterampilan yang Perlu Dimiliki oleh Mahasiswa

Strategi dan Teknik Menyusun Jurnal Ilmiah yang Efektif: Panduan Praktis untuk Peneliti

Strategi dan Teknik Menyusun Jurnal Ilmiah yang Efektif: Panduan Praktis untuk Peneliti