Pernah nggak sih, kepikiran kalau menulis dan membaca berkaitan erat satu sama lain? Banyak orang mikir kalau menulis itu cuma soal merangkai kata-kata, padahal sebelum bisa nulis dengan baik, kita harus banyak membaca dulu. Tanpa membaca, tulisan kita bisa jadi hambar, nggak berbobot, dan susah dipahami.
Baca buku, artikel, atau bahkan sekadar obrolan di media sosial bisa jadi modal buat kita nulis lebih baik. Kenapa? Karena dari situ kita belajar banyak hal: mulai dari struktur kalimat, cara menyampaikan ide, sampai memahami gaya bahasa yang berbeda-beda. Dengan membaca, kita juga bisa lebih peka terhadap cara orang lain bercerita dan bagaimana mereka menarik perhatian pembaca.
Nggak cuma itu, membaca juga bikin kita makin lancar dalam berkomunikasi. Misalnya, kalau sering baca buku atau artikel berkualitas, kita bakal lebih jago memilih kata-kata yang tepat dan enak dibaca. Kita juga jadi lebih ngerti gimana cara orang lain menyusun argumen, membangun cerita, dan menyampaikan pesan dengan efektif.
Intinya, membaca dan menulis itu kayak dua sisi mata uang. Saling melengkapi. Semakin banyak kita membaca, semakin kaya juga kosakata dan ide-ide kita. Bahkan, inspirasi buat nulis sering kali datang dari bacaan yang kita lahap sehari-hari. Jadi, kalau mau jadi penulis yang keren, ya jangan males baca!
Mau mulai rajin baca tapi selalu gagal? Tenang, coba deh beberapa tips ini:
Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi pernah bilang, “Kalau Anda hanya membaca saja, tanpa diskusi, itu bisa menimbulkan stres. Ilmunya jadi sesuatu yang bersifat batiniah, sama seperti orang yang makan banyak tapi tidak berolahraga. Itu seperti memiliki kolesterol tinggi.” Nah, kalau dipikir-pikir, benar juga, ya? Membaca memang penting, tapi kalau nggak diolah lewat diskusi atau dituliskan kembali, ilmu itu bisa jadi mengendap begitu saja. Menulis adalah cara terbaik buat “mencerna” apa yang kita baca, mengubah informasi jadi pemahaman, dan bahkan berbagi manfaat dengan orang lain.
Membaca itu investasi buat diri sendiri. Semakin sering kita membaca, semakin luas wawasan kita. Nggak heran kalau menulis dan membaca berkaitan erat—karena dari banyak membaca, menulis pun jadi lebih mudah dan menyenangkan! Jadi, kapan terakhir kali kamu baca buku? 😏